Hadits Qudsi salah satu jenis
hadits dimana perkataan Nabi
Muhammad disandarkan kepada
Allah atau dengan kata lain Nabi
Muhammad meriwayatkan perkataan Allah.
[1]
Secara bahasa (Etimologis), kata القدسي dinisbahkan kepada kata القدس
(suci). Artinya, hadits yang dinisbahkan kepada Dzat yang Maha suci,
yaitu Allah swt. Dan secara istilah (terminologis) adalah sesuatu
(hadits) yang dinukil kepada kita dari nabi Muhammad saw. yang
disandarkan kepada Tuhannya. Secara sederhana dikatakan Hadist Qudsi
adalah perkataan Nabi Muhammad , tentang Wahyu Tuhan yang diterimanya
secara langsung , tanpa perantaraan malaikat (Jibril).
Perbedaan Antara Hadits Qudsi Dan al-Qur`an
- Terdapat perbedaan yang banyak sekali antara keduanya, di antaranya adalah:
- Bahwa lafazh dan makna al-Qur`an berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sedangkan Hadits Qudsi tidak demikian, alias maknanya berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala namun lafazhnya berasal dari Nabi Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam.
- Bahwa membaca al-Qur`an merupakan ibadah sedangkan Hadits Qudsi tidak demikian.
- Syarat validitas al-Qur`an adalah at-Tawâtur (bersifat mutawatir) sedangkan Hadîts Qudsi tidak demikian.
- Secara sederhana dapat dikatakan, Hadist Qudsi adalah Wahyu Tuhan
yang diterima Nabi Muhammad secara langsung, TANPA perantaraan malaikat
Jibril. Sehingga tidak ada kata QUL (katakanlah) diawal kalimat dan
Allah membahasakan diri-Nya dengan sebutan AKU .
- Sedangkan Al Qur'an adalah Wahyu Tuhan yang diterima Nabi Muhammad
lewat perantaraan Malaikat Jibril. Sehingga Jibril membacakan wahyu
dengan permulaan kata Qul dan Jibril membahasakan Tuhan dengan sebutan
nama-Nya, Allah ( dan Asmaul Husna lainnya ).
- Hadist Qudsi memakai kalimat langsung ( orang pertama / Aku ) , sedang Al Qur'an memakai kalimat orang ketiga .
- Hadist Qudsi diturunkan secara "private" (khusus ) kepada Muhammad
sebagai Nabi, sehinggga tidak disebarluaskan untuk umum , karena
bersifat pribadi. Hanya beberapa sahabat terpercaya saja yang
menerimanya .
- Sedangkan Al Qur'an diturunkan kepada Muhammad sebagai Rosul ,
sehingga Nabi Muhammad wajib menyebarluaskannya kepada umatnya dan
seluruh umat manusia .
- Demi kemurnian dan kesucian Al Qur'an, Hadist Qudsi dan Al Qur'an
tidak disatukan dalam satu Mushaf. Hadist Qudsi dibiarkan berdiri
sendiri dan tidak pernah dibukukan (kodifikasi) secara resmi .
Jumlah Hadits Qudsi
Dibandingkan dengan jumlah hadits-hadits Nabi, maka Hadîts Qudsiy
bisa dibilang tidak banyak. Jumlahnya lebih sedikit dari 200 hadits.
Karena Hadist Qudsi sebenarnya adalah untuk Muhammad sebagai pribadi
Nabi , bukan sebagai Rosul , maka Nabi pun "pilih-pilih" dalam
memberikannya kepada sahabat - sahabatnya . Hanya sahabat - sahabat
terpilih yang mempunyai kecerdasan
tinggi
saja yang menerimanya . Karena memang Hadist Qudsi bukan untuk konsumsi
umum . Sampai sekarang pun masih banyak kalangan umat Islam yang tak
mampu menerima "kebenaran" Hadist Qudsi. Tinggi kandungan "isi"-nya
adalah penyebabnya . Hanya sahabat - sahabat khusus saja yang menerima
Hadist Qudsi dari Nabi Muhammad , semisal Sayyidina Ali
bin Abu Tholib dan sahabat Abu Hurairah
Lafazh-Lafazh Periwayatannya
Bagi orang yang meriwayatkan Hadits Qudsi, maka
dia dapat menggunakan salah satu dari dua lafazh-lafazh periwayatannya:
- Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam pada apa yang diriwayatkannya dari Rabb-nya 'Azza Wa Jalla
- Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, pada apa yang diriwayatkan Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam dari-Nya
Contoh
- "Aku adalah sekutu yang paling tidak memerlukan persekutuan.
Barangsiapa melakukan suatu amalan kemudian dia mempersekutukan diri-Ku
dengan yang lain, maka Aku akan meninggalkannya dan meninggalkan
sekutunya." Dalam riwayat yang lain disebutkan: "Maka dia akan menjadi milik sekutunya dan Aku berlepas diri darinya."
- Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW yang meriwayatkan dari Allah Azza wa Jalla: "Tangan Allah penuh, tidak dikurangi lantaran memberi nafkah, baik di waktu siang maupun malam."
- Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW berkata: " Allah ta`ala
berfirman: Aku menurut sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya
bila ia menyebut-Ku. Bila menyebut-Ku di dalam dirinya, maka Aku pun
menyebutnya di dalam diri-Ku. Dan bila ia menyebut-Ku di kalangan orang
banyak, maka Aku pun menyebutnya di dalam kalangan orang banyak lebih
dari itu
Buku Mengenai Hadits Qudsi
Di antara buku yang paling masyhur mengenai Hadits Qudsi adalah kitab
Al-Ithâfât as-Saniyyah Bi al-Ahâdîts al-Qudsiyyah karya 'Abdur Ra`uf
al-Munawiy. Di dalam buku ini terkoleksi 272 buah hadits. Sebenarnya
Hadist Qudsi tidak pernah dibukukan (kodifikasi) secara resmi ,
sebagaimana Al Qur'an yang dibukukan secara resmi pada jaman Khalifah
Utsman dengan nama Al Qur'an Mushaf Utsmani ( yang berarti jika ada Al
Qur'an diluar itu maka itu adalah Al Qur'an palsu ) . Yang ada Hadist
Qudsi tersimpan pada pribadi - pribadi sahabat Nabi dan disampaikan
lewat mulut ke mulut . Karena "isinya" yang tinggi, Hadist Qudsi
tercecer hanya pada sahabat - sahabat khusus saja, yang menyimpannya
bagi dirinya sendiri dan kemudian menurunkannya pada orang - orang
tertentu pula . Sebagaimana Abu Hurairah berkata , " Aku menerima
sekantung ilmu dari Rosululloh. Separuh kantung aku bagikan kepada kamu
semua dan separuhnya lagi aku simpan buat aku sendiri . Karena jika yang
separuh lagi itu aku bagikan juga , niscaya kalian akan mengkafirkanku
dan menggantungku "
Lihat pula
Pranala luar
Catatan kaki
- ^ Glossary of Islamic Terms and Concepts, USC-MSA [1]
Rujukan
- Taysîr Musthalah al-Hadits, karya DR.Mahmûd ath-Thahhân, h.127-128
- Ilmu Hadits (Bagian 3): Ringkasan Penjelasan Hadîts Qudsiy- di Situs www.mediamuslim.info
- http://arsipmoslem.wordpress.com/2007/02/16/ilmu-hadits-bagian-3-ringkasan-penjelasan-hadits-qudsiy/
- http://smeedo.com/blog/kumpulan-hadist-qudsi/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar